Catetan Seorang Wartawan Stres…!!!

Sekedar curhatan

Flash Back Agustus, Dibawa Kemana Bangsa Ini

Sepertinya sudah lama saya tidak menulis di blog ini, bukan karena tidak ingin, tetapi lebih dikarenakan tidak adanya kesempatan untuk menulis hal-hal serius (just a reason) yang disebabkan jadwal kerja yang semakin ketat oleh liputan lapangan.

Oleh karena banyaknya kesibukan tersebut, beberapa moment berharga yang terjadi di bulan ini, sempat terlewatkan oleh saya, untuk ditulis. Setidaknya saya melihat ada dua moment menarik mengenai informasi dalam negeri khususnya, yakni HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Isu Pertahanan dalam negeri.

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 2008, bangsa Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan yang ke 63 dalam kesederhanaan dan banyaknya himpitan masalah yang diderita bangsa ini.

Banyak komentar yang terlontar dari masyarakat mengenai HUT Kemerdekaan bangsa ini. Tetapi ada beberapa komentar yang sangat mengena dengan keadaan bangsa ini sekarang. “Apakah bangsa Indonesia sudah benar-benar merdeka?”.

Pertanyaan itu sebenarnya adalah hal yang klasik, tetapi entah mengapa sangat mendalam artinya jika kita melihat pada realitas kenyataan yang ada.

Di Negara ini, warga negaranya masih sangat tergantung pada negara lain. Mulai dari peniti yang harus impor dari Cina, hingga politisi kita yang gemar menjilat kepada negara asing untuk mendapatkan keuntungaan sesaat.

Ketiadaannya sifat mandiri ini, membuat bangsa ini serasa begitu tergantung pada negara lain, seakan tidak bisa berdiri pada tumpuan kakinya.

Tekanan-tekanan datang silih berganti dengan bertubu-tubi, membuat bangsa yang hampir porak-poranda akibat krisis ekonomi ini menjadi sulit bangkit dari keterpurukan. Akibatnya, semua sisi kehidupan seperti ekonomi, sosial, politik hingga pertahanan, negara ini bergantung pada luar negeri.

Khusus pada bidang pertahanan. Bangsa Indonesia khususnya TNI yang memegang peranan dibidang pertahanan dalam negeri, seakan hampir lumpuh karena ketiadaan peralatan militer yang mumpuni untuk negara sebesar Indonesia.

TNI tidak memiliki peralatan yang cukup untuk menjaga bangsa ini dari ancaman militer dari luar maupun dalam negeri. Karena hampir seluruh peralatannya sudah berumur tua, tidak laik pakai dan banyak yang sudah di groundeed.

Celakanya, pengadaan senjata dari luar negeri sangat bergantung dengan besarnya alokasi dana yang dikucurkan oleh pemerintah kepada Departemen Pertahanan.

Menhan sendiri mengakui, dana yang dikucurkan oleh pemerintah untuk pengadaan senjata sangatlah minim, karena pemerintah lebih mementingkan alokasi dana pendidikan. Namun kecilnya dana tidak membuat TNI kecil hati, dalam kesahajaan mereka tetap mengabdi pada bangsa ini.

Kabar baik datang beberapa waktu lalu. TNI menerima beberapa persenjataan baru dari luar negeri, berupa sejumlah helikopter tempur jenis Mil Mi17 dan sejumlah tank amphibi dari Rusia, sebagai bagian dari perjanjian bilateral sebelumnya mengenai kredit ekspor senjata.

Kedatangan beberapa persenjataan baru ini, setidaknya akan membuat kekuatan TNI bertambah dan dapat menggantikan peralatan yang sudah tidak laik pakai karena termakan usia.

Tetapi, kedatangan persenjataan dari luar negeri itu juga mencerminkan, bagaimana bangsa ini begitu tergantung dengan produk militer asing. Padahal, bangsa ini memiliki potensi dibidang industri pertahanan.

Dengan jumlah alokasi dana untuk militer yang sangat kecil (kurang lebih hanya sebesar Rp 33 triliun), akan sangat menguntungkan jika kita mampu memproduksi sendiri atau membeli produk yang sudah ada bagi persenjataan TNI jika dibandingkan dengan membeli peralatan dari luar negeri yang mahal harganya.

Contoh, Pindad sudah mampu membuat panzer, PT. DI sudah mampu membuat helikopter angkut militer juga torpedo, dan lain sebagainya.

Lalu mengapa kita masih bergantung pada luar negeri? itulah politik para pengambil kebijakan negara ini. Mereka merasa produk luar lebih berkualitas, dan jika mereka membeli persenjataan dari dalam negeri, mereka tidak akan mendapatkan fee dari kontrak tersebut.

Selain itu juga, beberapa negara tetangga tidak menginginkan Indonesia menjadi kuat dan mandiri dalam bidang pertahanan, karena akan membahayakan mereka. Sedangkan mereka malah memperkuat persenjataan mereka sendiri.

Tapi, terlepas dari semua permasalahan di atas. Bangsa ini masih menyimpan potensi, baik potensi sumber daya alam maupun potenis sumber daya manusia yang mumpuni untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan mandiri.

Walaupun dengan kesahajaan, kita sebagai warga negara dan khususnya generasi penerus bangsa ini. Sudah seharusnya bersyukur atas nikmat kemerdekaan ini dan menjadi tugas kita kedepanlah untuk memakmurkan bangsa ini.

Advertisements

August 27, 2008 Posted by | Politik | | 2 Comments

Singapura Akan Tambah 100 F35/JSF

Ini bukan berita bohongan atau hanya isapan jempol belaka. Informasi dari sebuah milis yang berkaitan dengan taktik, strategi militer mengatakan bahwa Singapura akan menambah armada pesawat tempurnya dengan 100 buah F35?JSF.

Informasi ini juga di amini oleh salah satu direktur pengembang JSF ynag juga salah satu jenderal USAF/Angkatan Udara AS. Namun tidak diketahui alasan diizinkannya pembelian pesawat tempur jenis terbaru ini.

Seperti kita ketahui sebelumnya, Singapura memang sedang berbenah untuk meremajakan peralatan militernya. Tujuannya adalah, untuk mengamankan Selat Malaka dari para perompak/bajak laut.

Hanya saja berita penambahan sekitar 100 buah pesawat tempur jenis terbaru ini sangat mengejutkan, karena sebelumnya negara singa ini telah memesan dua skadron pesawat F-15 SG Strike Eagle (F-15 khusus Singapura) dari AS.

Jika pemesanan 100 buah pesawat F35/JSF ini jadi, maka Singapura adalah negara kedua diluar Israel yang diizinkan mengoperasikan pesawat tempur canggih ini. Pada awalnya, JSF hanya akan digunakan oleh AS dan Inggris saja sebagai negara pengembangnya.

Jepang yang nota bene adalah sekutu AS di kawasan Asia Pasifik saja belum mendapatkan izin dari kongres AS untuk mengoperasikan pesawat ini, sebagai ganti dari tidak diizinkannya Jepang membeli pesawat tempur F-22 Raptor.

Pembelian ini terkesan dipaksakan, karena Singapura sendiri tidak mempunyai lahan untuk memarkir pesawat sebanyak itu di dalam negerinya sendiri. Selain itu juga, patut dipertanyakan, apakah memang benar-benar diperlukan pesawat sebanyak itu untuk mengamankan teritori Singapura, padahal persenjataan Singapura adalah yang tercanggih di kawasan ASEAN.

Australia saja yang luas wilayahnya lebih besar dibandingkan dengan negara asal Lee Kuan Yew tidak memiliki F/A-18 Hornet sebanyak itu (belum termasuk pesawat tempur jenis lainnya).

Permasalahannya adalah, isu pembelian 100 buah F-35/JSF timbul bersamaan dengan adanya isu perlombaan senjata di kawasan ASEAN yang terkenal aman-aman saja dari isu seperti itu.

Isu ini bisa semakin membesar karena AS sendiri ternyata memiliki kepentingan dengan keberadaan Selat Malaka. Entah karena Selat Malaka adalah jalur transportasi yang paling strategis di dunia atau AS sedang berusaha mengamankan perusahaan-perusahaan minyaknya yang berada di kawasan ASEAN.

July 18, 2008 Posted by | Militer | | 2 Comments

Kampanye 9 Bulan : Parpol Mengandung Pemilu

Senin 14 Juli 2008 kemarin gong kampanye pemilu 2009 dimulai. Kampanye pemilu 2009 ini akan diikuti oleh banyak Partai politik yang berjumlah hingga 33 buah dan masa kampanye panjang hingga 9 bulan, sama dengan waktu seorang ibu yang sedang hamil.

Kesempatan pendaftaran parpol peserta pemilu 2009 yang berakibat membludaknya parpol perserta, juga dimanfaatkan oleh para parpol muka lama yang pada 2004 kemarin tidak lulus verifikasi dan gagal.

Banyaknya parpol perserta pemilu yang mencapai 33 buah, menggambarkan bahwa para elit politik begitu bernafsu dalam mengincar kursi kekuasaan di negeri ini. Namun di sisi lain banyaknya parpol juga menggambarkan betapa rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap parpol yang telah ada sekarang.

Rakyat sudah tidak percaya kepada parlemen yang penuh dengan nafsu dan intrik politik, rakyat juga sudah lelah dengan permainan pemerintah yang berpihak pada kalangan borjuis bukan pada mereka yang terlupa.

Selain itu, jangka waktu kampanye yang mencapai 9 bulan menggambarkan bagaimana parpol dan politikus kita begitu bernafsu untuk menarik perhatian masyarakat, guna mengumpulkan suara pada pemilu 2009 nanti.

Panjangnya jangka waktu kampanye merupakan hasil dari kesepakatan-kesapakatan politik parpol. Selama kampanye itu, parpol akan mencari kader-kader baru dan para politikus akan mengobral janji-janji kampanye mereka.

Dari segi keuangan, jangka waktu kampanye yang mencapai 9 bulan akan menyedot dana hingga mencapai trilyunan Rupiah, baik dari pemerintah maupun parpol peserta pemilu.

Alangkah baiknya jika jumlah uang yang sebegitu banyaknya digunakan dalam program-program konkrit yang bersentuhan langsung dengan rakyat yang kelaparan ini. Bukan dihambur hamburkan hanya untuk mengumbar omong kosong para politikus busuk.

Bangsa ini tidaklah bodoh, rakyat bangsa ini tidak lagi seperti kerbau yang dicucuk hidungnya oleh petani agar menuruti kemananpun sang petani menginginkannya layaknya masa orde baru.

Rakyat negeri ini sudah bosan akan janji-janji palsu dari para politikus busuk dan parpol yang ada di negeri ini. Masyarakat sudah bosan dengan omong kosong pemerintah yang berkuasa tanpa melihat rakyat yang lapar akan ketenangan.

Sudah sepantasnya, pemerintah berperilaku layaknya penguasa yang adil, selayaknya lah parpol dan politikikus memikirkan nasib rakyat yang kelaparan karena ulah mereka, mementingkan kepentingan politik segelintir orang, dengan mengorbangkan rakyat banyak.

Sepantasnyalah jika parpol, elit politik dan pemerintah mawas diri dengan lebih memperhatikan rakyatnya. Bukan hanya memperhatikan dan memperjuangkan kekuasaan mereka di 2009.

Kampanye bukanlah seorang ibu yang sedang mengandung anaknya selama 9 bulan. Karena di dalam dunia politik terlalu banyak permainan yang tidak menyenangkan dan merusak bangsa.

Seorang ibu yang mengandung hanya mengharapkan satu hal saja, yakni anaknya lahir dengan sehat sempurna, dengan harapan anaknya akan tumbuh besar menjadi pelita pembawa cahaya kebenaran.

Seorang ibu akan membesarkan anaknya denga tulus, tanpa mengharapkan jasanya akan dibalas oleh anaknya. Tidak seperti politik yang akan selalu ada “balas jasa”.

Pemilu adalah pesta rakyat Indonesia yang paling besar di negara ini. Jadi janganlah dikotori oleh tangan-tangan kotor politikus busuk yang hanya mementingkan kepentingan kelompoknya saja.

July 18, 2008 Posted by | Politik, Uncategorized | | 4 Comments

Industri Pertahanan Kita, Dimulai Hari Ini…!!!

Beberapa bulan lalu, tabloid tempatku bekerja kedatangan orang tua, mengenakan topi bergambarkan kapal perang destroyer Chetak dari Angkatan Laut India sambil membawa tabloid kita. Ia berkata pada receptionist kita, ingin ketemu sama tim redaksi, khususnya Pimpinan Redaksi.

Melihat orang tua tersebut sentak saja aku kaget, karena yang diperlihatkannya adalah halaman artikel tulisanku. Di dalam pikiranku yang ada adalah, apakah bapak ini keberatan atas tulisanku karena ia menilai tulisanku mengenai industri pertahanan India salah.

Seluruh keringat dingin membahasi kepala, hingga redaktur pelaksana (Redpel) sebagai atasanku menerima dia dan berbincang-bincang denganya. Tak lama kemudian aku dipanggil oleh Redpelku untuk bergabung bersamannya.

Di dalam ruangan tersebut, aku mendengarkan seluruh pembicaraan orang tua itu dengan Redpelku. Ternyata tidak seperti yang ku bayangkan sebelumnya, orang tua itu datang ke kantor bukan untuk complain atas tulisanku, melainkan untuk memuji kami karena telah menulis industri pertahanan India dengan baik.

Dia juga ingin bertanya, dari mana kami mendapatkan data selengkap itu, padahal dia saja mencari data yang seperti di dalam tulisanku harus berangkat ke India terlebih dahulu dan meminta langsung pada instansi terkait disana.

Selain itu, dia juga menyatakan keinginannya agar kami menulis tentang industri pertahanan dalam negeri , yang ia nilai terlalu jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya, macam India, Pakistan dan Cina.

Untuk itu, ia siap jika harus menyediakan informasi guna mendukung tulisan kami mengenai industri pertahanan Indonesia. Selain itu juga kami dan beliau membuat janji akan bertemu lagi beberapa hari kemudian.

Pertemuan itu berjalan cukup singkat. Seterlah orang tua itu pamit, Redpel dan temanku dibagian riset/litbang mengucapkan selamat pada ku, karena tulisanku sudah mulai diapresiasi oleh pembaca.

Beberapa hari kemudian orang tua itu kembali datang ke kantor, kali ini dengan membawa sejumlah data yang bisa dimuat dalam tulisan. Pada pertemuan kedua inilah aku diperkenalkan secara resmi padanya sebagai penulis artikel industri pertahanan.

Saat itu ia membawa data-data yang mencengangkan mengenai industri pertahanan Indonesia dan ia bercerita tentang sejarah keberadaan industri pertahanan Indonesia, hingga keterlibatan salah seorang mantan kepala negara negeri ini.

Semenjak itu ia selalu menghubungiku untuk menanyakan sejauh mana idenya ditulis. Pada saat itu aku belum bisa menjawabnya, karena dalam programku industri pertahanan Indonesia termasuk program jangka panjang. Karena hal tersebut, artikel mengenai industri pertahanan Indonesia belum sempat aku tulis.

Setelah beberapa waktu, akhirnya kuputuskan mulai menulis artikel mengenai pertahanan Indonesia, sekaligus menepati janjiku pada orang tua bernama Abdul Rahman itu setelah aku bilang padanya, bahwa aku akan menulis industri pertahanan Indonesia setelah aku menulis industri pertahanan negara-negara di ASEAN.

Kemarin malam ku undang beliau untuk datang ke kantorku siang ini dan ia dengan senang hati datang dan membawa setumpuk data lagi, terutama mengenai tragedi jatuhnya pesawat Casa 212 kemarin.

Ia juga banyak berbicara mengapa industri pertahanan Indonesia tidak maju-maju. Menurutnya hal itu terjadi karena pemerintah kita melakukan kesalahan dalam menerapkan kebijakan membangun teknologi. Kami banyak berdiskusi saat itu.

Saat diskusi, ia selalu berkata “ini harus segera dijalankan mas, karena saya kasihan kalau melihat prajurit kita menggunakan peralatan yang tidak terjamin keselamatannya”, selain itu juga ia sering berkata “Industri pertahanan kita harus segera dibangun seperti India, agar bisa maju”. Setelah ia cerita banyak dan memberikan banyak nara sumber yang dapat diwawancarai, akhirnya beliau pamit padaku.

Beranjak dari diskusi itu, niatku untuk menulis artikel mengenai industri pertahanan  Indonesia semakin menguat, karena aku sendiri termasuk segelintir orang yang memperhatikan pertahanan bangsa ini (walaupun bukan taraf seorang ahli).

Untuk memulai tulisan ini, aku mulai dengan diskusi dengan temenku yang baru saja lulus dari S2 pertahanan ITB dan meminta salah satu temanku yang berprofesi sebagai pengamata pertahanan untuk menjadi salah satu nara sumberku.

Saat ini, aku mulai menulis walau masih menyicil. Mudah-mudahan dengan adanya tulisan mengenai industri pertahanan Indonesia ini, membuat pemerintah dan seluruh kalangan elit kita sadar akan pentingnya sebuah industri pertahanan dalam negeri guna menunjang pertahanan dan mulai membangun infrastruktur industri pertahanan kita.

Oleh karena itu, Industri Pertahanan Kita, Dimulai Hari Ini…!!!

July 11, 2008 Posted by | Uncategorized | | Leave a comment

Mundur Untuk Menang

Kadang-kadang kita sebagai manusia selalu berharap agar hidup ini selalu berjalan dengan damai sentosa, sesuai dengan apa yang kita inginkan. Untuk itu, kita juga selalu berusaha dan terus berusaha demi mencapai apa yang disebut kebahagiaan.

Namun apa dikata, tidak semua usaha keras manusia di muka bumi ini akan selalu langsung berbuah manis. Beberapa harus merasakan getirnya cobaan yang datang bertubi-tubi tanpa henti, barulah kemudian ia dapat memetik buah kesabarannya.

Tidak semua langkah kaki ini akan membawa kita pada kemajuan. Melangkah maju adalah sebuah keharusan untuk mencapai kesuksesan, namun ketika kaki ini tidak bisa melangkah, diam ditempat bukanlah sebuah solusi.

Pepatah mengatakan, “hidup akan selalu berjalan tanpa menunggu siapapun di belakangnya”. Oleh karena itu, tidak seharusnya kita menyerah berjuang dan diam ditempat tanpa sebuah tindakan apapun. Itu bukanlah solusi.

Adakalanya kita harus menyadari kesalahan diri dengan menengok masa lalu dan memperbaikinya, walaupun untuk itu, kaki harus melangkah ke belakang dan memulai semuanya dari awal lagi.

Melangkah kebelakang tidak dimaknai sebagai tanda kita mengibarkan bendera putih, namun itu hanya sebagai langkah awal untuk berlari mengejar ketertingalan kita dari dunia ini yang selalu berjalan tanpa henti.

Oleh sebab itu, teruslah memandang ke depan walau kaki ini melangkah ke belakang. Berat memang, tapi jika itu yang dilakukan untuk mencapai impian, mengapa tidak kita lakukan, toh kita adalah manusia yang selalu berusaha mencapai kebahagiaan, hasilnya akan ditentukan oleh usaha kita sendiri dengan disertai izin Tuhan Yang Maha Esa.

Karena itu, mundur bukan berarti kalah dalam peperangan tetapi bersiap untuk berlari untuk memenagkan pertarungan hidup.

July 10, 2008 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Dosa dan Akhir Hayat

KEmarin sore, aku terima berita dari kampus, katanya hari ini (rabu) pelajaran diliburkam karena  dosen ku  harus menghadiri pemakaman. Tidak disangka, pemakaman itu adalah pemakaman suaminya, padahal hari senin yang lalu kami masih bercanda, bahkan dia masih sempat bercanda mengenai suaminya yang jahil.

Akhirnya setelah aku konfirmasi berita pada dosen lainnya, aku putuskan untuk melayat ke rumah dosen ku seok harinya dan mengajak teman-teman yang lain untuk ikut melayat.

Setelah janjian di kampus dan mencari tahu alamat dosen ku, kita menghubungi beliau, ternyata jenazah sudah diberangkatkan ke pemakaman dan kita menyusul ke pemakaman di daerah karet.

Setelah sampai pemakaman, kita tanya san tanya sini untuk mencari dimana acara pemakamannya berlangsung, dan akhirnya kita mendapat kepastian letak pemakamannya.

Seperti biasa, acara pemakaman diwarnai dengan isak tangis keluarga yang ditinggalkan, termasuk dosen ku yang sepertinya shok sekali menghadapi kematian suaminya yang mendadak.

Sebenarnya, aku tidak begitu suka dengan acara pemakaman. Bukan karena dipenuhi isak tangis, tapi acara seperti ini selalu membuatku berpikir tentang perasaan kehilangan atas orang yang dicintai.

Bukan itu saja, setiap kali datang ke pemakaman, perasaan ini jadi ingat sama ateman-temanku yang sudah meninggal dan perasaan bagaimana jika aku meninggal nanti? apakah ada yang datang dipemakamanku? dan apakah “dia” akan sedih jia aku meninggal?

Selain itu, aku selalu terbayang semua perbuatanku di masa lalu jika datang ke pemakaman seseorang. Aku merasa belum siap jika harus dipanggil yang kuasa, karena aku merasa masih banyak dosa yang harus ku tebus di kehidupan ini, Karena itu, jika berada di pemakaman, aku selalu ingin menangis atau hanya sekedar meneteskan air mata mengingat itu semua.

Tetapi, kehidupan di dunia ini pasti akan berakhir dan kita sebagai seorang hamba akan kembali padanya.

June 4, 2008 Posted by | Curhatan Hati | 3 Comments

Untukmu Cinta dan Sahabatku

Kalau saja aku bisa merengkuh semuanya

Aku akan merengkuh hatimu untukku

Walau itu berarti harus mengorbankan perasaan ini

Walau untuk itu aku harus hilang dari muka bumi ini

Kalau saja aku mempunyai waktu

Aku akan terus berjuang demi hatimu

Aku akan berjuang mendapatkan hatimu untukku

Walau aku harus bertaruh pada diri ini

Tapi aku tak bisa

Aku tak bisa memiliki semuanya

Aku tak bisa memiliki hati dan waktu mu bersamaan

Karena aku tak bisa menjangkaumu

Sekarang, biarlah aku yang berkorban

Merelakan dirimu menempuh kebahaagiaan

Biarlah aku melihat senyum kebahagiaanmu

Walau untuk itu aku hanya bisa melihatnya dari jauh

Ku ucapkan selamat kepadamu

Yang telah menemukan kebahagiaan

Doaku selalu bersamamu wahai sahabat

Tempuhlah apa yang menjadi pilihanmu

May 31, 2008 Posted by | Curhatan Hati | | Leave a comment

Pusing Tujuh Keliling Monas

Pagi ini (jam 10 bisa dibilang pagi ga?) bangun dari tidur dengan kedinginan karena AC ruangan dah dinyalain ma temen yang dateng ke kantor. Rada males sih bangunnya, soalnya tadi malem tidur ga nyenyak banget, banyak temennya sih (itu loh, nyamuk-nyamuk nakal). Iya gw tidur di kantor kalo dah masuk minggu dead line.

Kalo dah minggu deadline, rasanya waktu jalan makin cepet aja, biasanya sehari tuh jadi ga kerasa, bangun pagi pas keluar kantor tau-tau dah sore n belom makan, dan hari ini seperti hari-hari deadline sebelumnya, gw pusing…..!!!

Edisi kali ini lebih brutal ketimbang edisi-edisi sebelumnya, sebab seminggu sebelumnya gw sakit dan baru sembuh senin kemarin, udah gitu ternyata isu utama belum ditentuin karena senin itu kita baru liputan lapangan.

Dalam keadaan baru sembuh dari sakit, gw terpaksa naek turun bukit di daerah Jonggol untuk buktiin adanya emas, minyak dan bahan tambang laennya, alhasil napas 1-2-3 minak djinggo alias ngos-ngosan. karena paru-paru blom kuat diajak berolahraga.

Hasilnya memang memuaskan, bahkan lebih dari yang diharapkan, cuma pengorbanan untuk mendapatkan itu semua yang ga nahan.

Pulang dari Jonggol, mau langsung rapat bahas isu utama kita. Tapi karena kita sampe kantor udah jam 10 malem, akhirnya rapat ditunda sampe besok, biar ga kecapean dan ide keluar semua.

Hari selasa ternyata rapat diundur gara-gara satu orang dateng terlambat, akibatnya rapat diundur lagi sampai besoknya. Selain itu, entah kenapa pemred gw jadi marah-marah ga jelas, dan gw kena semprot dia, padahal gw ga salah apa-apa, hix…3x.

Akhirnya rapat untuk menentukan isu utama jadi hari rabu, tapi tampaknya kesialan gw blom berakhir sampai siru. Sekitar menjelang maghrib, komisaris perusahaan dateng ke kantor, padahal kantornya dia tuh bukan di kantor gw, tapi di kantor pusat yang beda wilayah sama kantor kita.

Akibat kedatangan bos besar, kita semua terkurung di ruang rapat sampe malem, kita semua ga mau keluar ruangan, soalnya klo dah ketemu n ngobrol sama bos besar, kita malah ga bisa kerja karena harus ngeladenin dia ngobrol yang ga jelas juntrungannya.

Mungkin niat jahat kita dah ketauan kali ya, bos besar pulang malem banget, jadinya kita kekurung sampe malem gitu di ruang rapat. Karena kita semua di ruang rapat dah bete banget, pemred gw ngusulin supaya kita ngerjain bos supaya dia cepet pulang dan kita semua serempak setuju.

Ada yang langsung pulang tapi ga pamit, ada yang nyuekin dia pas di ruangan, sampe ada yang jadiin dia kambing conge pas dia mampir keruangan redaksi, hehehehe bawahannya emang pada sadis. Tapi ada temen kita yang jadi korban akibat keisengan kita semua. Salah satu temen kita dijadiin tumbal buat ngebantuin kerjaan si bos, hahahahaha…sori uncle Jam.

Semua keisengan kita akhirnya berbuah manis, si bos besar akhirnya pulang dan kitapun bisa kerja dengan tenang, tapi ya ampun udah jam 10 malem nek…!!! Terpaksa deh kerja lembur hiks ;(. Paginya, karena gw tidur nyubuh, gw akhirnya malah ga kuliah, padahal absen gw dah numpuk, mana dosen gw yang orang Jepang udah nanyain mulu “Ipam san kemana aja ga pernah masuk kuliah, pelajaran dah makin susah ko malah sering bolos”. SUMIMASEN SENSEI….

Hari ini, gw dah bertekad mau nyelesaiin satu tulisan sama tiga wawancara, malah kalo bisa mulai tulisan buat rubrik yang laen, biar ga keteteran. Tapi lagi-lagi banyak godaannya euy…

Sekarang dah jam 12 malem, target tercapai, but fisik dah compang-camping. Ini aja nulis cuma pake celana pendek ama kaos kutang di kantor. Hhhhhh nginep lagi deh di kantor.

May 30, 2008 Posted by | Deadline | , | Leave a comment

Horeee….!!!

Setelah sekian lama berkutat dengan tulisan di tabloid, akhirnya gw bisa bikin blog…hyuuuh. Emang bukan blog pertama gw sih, tapi tetep aja gw seneng bukan maen.

Sedikit cerita, blog pertama gw dibikin waktu gw kuliah di salahsatu situsa blog, tapi nasib itu blog gw ga tau kemana, soalnya ga pernah gw cek, alhasil account gw raib entah kemana.

Blog gw yang kedua dibikin di Friendster, tapi ga tau kenapa itu blog pernah ngilang ga jelas alias ga nongol di profile gw, tapi itu blog sekarang aktif lagi, walaupun jarang yang baca n cuma jadi ajang curhat ga jelas. Alamat profile FS gw, ipam_bigz@yahoo.co.id (sekalian promosi, hehehe…).

Blog ketiga gw dibikin di situs pertemanan Multiply, nah klo yang ini rada jelas nasibnya. Soalnya makin kesini makin banyak yang baca dan ngasih comment. Apa karena tulisan gw disana selalu serius ya? Gara-gara tulisannya serisu mulu, gw jadi rada bete. Soalnya lumayan puyeng juga nulisnya, musti ngumpulin bahan dulu. Oiya alamat MPnya, ipambigz.multiply.com. DI add ya.

Nah sekarang ini blog gw yang keempat. Rencananya sih pengen buat catetan harian kegiatan gw sebagai wartawan yang stres akibat kerjaan. Mudah-mudahan diterima oleh pasar (alah kaya artis nelorin album aja, hahahaha…).

Untuk temen-temen bloger yang udah sangat-sangat senior di dunia ini, mohon bantuan dan kritikannya ya, Ciao baby, Muach…..

May 28, 2008 Posted by | Uncategorized | | Leave a comment