Catetan Seorang Wartawan Stres…!!!

Sekedar curhatan

Pemerintah Minta Hak Cipta KFX, Yang bener aja…!!!

RI seeks copyright deal in KFX jet program,

Ada yang salah dengan judul itu, RI meminta Hak Cipta atas pesawat tempur KFX…??? YANG BENAR SAJA…!!! itulah kalimat yang pertama kali terlintas di benak saya. Yeah right, Hak Cipta pada sebuah rancangan pesawat tempur super canggih yang masih berada di angan-angan.

Entah apa sebenarnya yang ada dalam pikiran Pemerintah Indonesia tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Selalu saja Pemerintah salah menyebut jenis bidang perlindungan hukum ini. Dulu karya seni minta dipatenkan, sekarang sebuah rancangan pesawat tempur beserta teknologi di dalamnya diminta Hak Ciptanya. Kacau, kata itu mungkin ungkapan paling tepat bagi pemerintah dalam hal menginterpretasikan HKI. Dari situ jelas sudah, kalau pemerintah dan ahli hukumnya tidak mengerti tentang HKI sama sekali.

Kembali ke kasus Hak Cipta KFX yang diminta Pemerintah Indonesia. Pada masalah ini, HKI yang harusnya dikejar oleh Pemerintah adalah Hak Desain Industri dan Paten teknologi yang ada dalam pesawat tempur KFX.Desain Industri berkaitan dengan gambar cetak biru KFX, sedangkan Paten berkaitan dengan teknologi yang terkandung dalam pesawat tempur nantinya.

Cetak biru, walau pun terlihat seperti gambar tetapi perlindungan yang diberikan kepadanya adalah menggunakan Desain Industri, karena dari gambar tersebut adalah gambar rancang bangun yang dapat dituangkan dalam bentuk dua dimensi, tiga dimensi dan menjadi bentuk empat dimensi yang diterapkan dalam industri dan dapat dibuat secara massal.

Untuk paten, jelas. perlindungan ini diberikan kepada penemuan-penemuan teknologi terbaru, atau teknologi yag aan digunakan nantinya di pesawat tempur KFX.

Lalu mengapa Pemerintah justru meminta Hak Cipta, bukan dua perlindungan di atas. Hal ini terjadi bisa saja karena Pemerintah beranggapan bahwa gambar cetak biru KFX adalah gambar yang dilindungi dengan menggunakan perlindungan Hak Cipta. Memang tidak sepenuhnya salah, karena Desain Industri di Indonesia berkaitan dengan Hak Cipta, tidak seperti di AS yang berkaitan dengan Paten, sehingga banyak yang mengira gambar desain industri itu dilindungi Hak Cipta.

Advertisements

September 17, 2010 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Persamaan Gender dan Kewajiban Seorang Ibu

Jepara, 21 April 1879. Seorang bayi perempuan lahir dengan tangis ke dunia. Bayi itu bernama Raden Ajeng Kartini (RA. Kartini). Kini tanggal itu menjadi hari diperingati sebagai hari Kartini, hari kebangkitan wanita Indonesia.

Siapa tak mengenal dirinya, seorang sosok wanita pejuang yang mencoba membebaskan wanita Indonesia dari kungkungan adat feodalisme yang tak memihak pada kaumnya.

Walau berasal dari kaum priyayi, tidak membuatnya lepas dari adat istiadat yang merugikan kaum wanita dalam menempuh kesempatan mengecap pendidikan pada saat itu.

Kini setelah 130 tahun dari peristiwa kelahiran sang bayi, kebebasan untuk mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan, mendapatkan pekerjaan dan menjadi pemimpin telah didapat. Peluang menjadi seorang wanita mandiri terbuka lebar seluasnya.

Namun ketika kesempatan itu telah didapatkan, mengapa masih ada persoalan buang anak, pembunuhan anak, aborsi, dan anak penjualan anak oleh sang ibu dan anak kurang mendapat perhatian dari sang ibu.

Ketika kaum feminis sibuk berteriak tentang persamaan hak di segala bidang bagi wanita tanpa melihat kodrat wanita sesungguhnya, kasus seperti pembuangan bayi oleh sang ibu, aborsi dan anak dijual oleh ibunya berserakan dimana-mana, bahkan angkanya mencapai jutaan, jumlah yang fantastis.

Misalnya saja kasus pembuangan bayi oleh sang ibu. Untuk Februari 2009 saja, tercatat ada tujuh kasus pembuangan bayi oleh sang ibu ketika bayi masih merah alias baru lahir. Diduga, bayi-bayi itu adalah hasil hubungan gelap dan keberadaannya tidak diinginkan oleh orang tuannya.

Lalu masih ada kasus aborsi. Menurut catatan statistik aborsi 2008 yang dibuat oleh Bidang Keluarga Berencana Nasional (BKBN), setidaknya ada sekitar 2,6 juta kasus aborsi yang dilakukan oleh wanita Indonesia. Artinya ada 2,6 juta nyawa tak berdosa yang melayang hanya dari aborsi saja.

Menurut Agus Wilopo, Ketua Minat Kesehatan Ibu dan Anak/Reproduksi Program Pascasarjana Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM), dari 2,6 juta aborsi yang dilakukan, 700 ribu di antaranya dilakukan oleh wanita berumur di bawah 20 tahun. Ia juga berpendapat, 11, 13 persen dari total kasus aborsi di Indonesia dilakukan karena kehamilan yang tak diinginkan.

Walau angka 2,6 juta itu bukanlah angka pasti, karena kasus aborsi banyak yang tidak dilaporkan, namun itu sudah cukup untuk menggambarkan banyaknya kasus aborsi yang dilakukan para manusia tak bertanggung jawab.

Belum lagi kasus anak yang dijual oleh ibunya, baik dijual kepada orang lain yang memang menginginkan anak atau dijual sebagai pelacur. Kebanyakan motif dari para pelaku penjualan anak, adalah karena himpitan ekonomi, sehingga mereka melihat hanya dengan jalan seperti itulah, mereka dapa mengatasi masalah tersebut.

Ditambah lagi dengan banyaknya permasalahan kurang perhatian orang tua, terutama ibu kepada anak-anaknya karena sang ibu sibuk dengan kegiatannya sebagai wanita karir, sehingga anak-anak dirumah di didik oleh pembantu dan baby sitter, dan ketika dewasa, mereka menjadi bebas tanpa perhatian dari orang tua dan keluarga pun terbengkalai.

Permasalahan di atas, hanyalah sebagian permasalahan yang sedang dihadapi oleh wanita Indonesia. Masih banyak kasus yang melibatkan anak dan wanita, seperti ibu yang membunuh anaknya sendiri, seperti kasus ibu yang membunuh anaknya di Bandung akibat takut tak bisa memberi nafkah, atau ibu yang menjadi germo bagi anak-anak di bawah umur.

Berbagai permasalahan yang disebutkan sebelumnya, menggambarkan bagaimana masih banyak wanita yang tak bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.

Jika ia tidak bisa mempertangungjawabkan perbuatannya sendiri, bagaimana ia bertanggungjawab pada keluarganya nanti?

Kemana rasa kasih sayang seorang ibu yang nota bene adalah wanita? Padahal, ada pepatah, setega-teganya seorang ibu, ia tidak akan mengorbankan anaknya.

Ibu lah yang memberikan pelajaran tentang kelembutan hati bagi anaknya walau itu hanya dari masakan dan belaiannya, karena itu, kasih sayang seorang ibu berbeda dengan kasih sayang seorang ayah kepada anaknya, dan hal itu tidak pernah tergantikan.

Ketika banyak kasus yang melibatkan wanita dan anak menjadi korbannya, apakah pantas para kaum feminis berteriak menuntut persamaan hak bagi wanita di segala bidang?

Jangan hanya melihat dari sudut persamaan hak saja, hingga lupa ada yang namanya kodrat yang tidak bisa diingkari oleh manusia, bahwa wanita adalah wanita bukan pria, masing-masing memiliki hak dan kewajiban yang berbeda.

Hak memang patut diperjuangkan, tetapi ketika kewajiban sudah terlaksana dengan baik.

Menempuh pendidikan setinggi-tingginya, meniti karir dan menjadi wanita mandiri adalah hak wanita. Namun jangan dilupakan masalah kodrat. Karena secara esensi, pria dan wanita memang berbeda. Berbeda dalam hal awal penciptaan, berbeda secara fisik, berbeda dalam pola berpikir dan berbeda fungsi dalam keluarga.

Menuntut persamaan hak layaknya seorang pria, tanpa perbedaan setitik pun dan menjadi dominan, apakah bisa? Kartini pun sadar akan hal tersebut, ini terlihat ketika ia menikah dan menyadari ada kelebihan bagi wanita ketika berkeluarga (menikah).

Tidak ada yang lebih dominan di antara pria dan wanita, keduanya saling melengkapi, karena satu sama lain saling membutuhkan untuk mengisi ruang kosong di diri masing-masing.

Wanita memiliki kenikmatan yang tak ada dalam diri  pria manapun di muka bumi ini, mengandung. Merasakan ada satu mahluk yang tumbuh di dalam tubuh dan menjadlin ikatan emosi dengan sang bayi semenjak janin hingga ujung waktu.

Jadi mengapa harus merasa kurang dan menuntut hal yang sama persis dengan pria ketika diciptakan sebagai wanita, karena menjadi wanita bukanlah sebuah kekurangan, tetapi sebuah anugerah luar biasa yang tidak bisa dirasakan oleh kaum pria.

Selamat Hari Kartini wanita-wanita Indonesia, jadilah wanita mandiri tanpa melupakan kewajiban mu sebagai wanita seutuhnya.


April 21, 2009 Posted by | Uncategorized | 8 Comments

Doel dan Realitas Kehidupan Kita

Ah…. Rasanya sudah lama tidak menulis di blog ini. Penyebabnya bukan karena malas, tetapi karena beberapa bulan belakangan begitu banyak cobaan yang menimpa, sehingga sukar untuk menumbuhkan semangat menulis, walau pun banyak ide untuk ditulis di kepala ini.

Beberapa minggu ini, kebiasaan saya sedikit berubah. Kalau dahulu, setiap pagi selalu menghidupkan radio dan mendengarkan musik serta berita-berita yang dibacakan oleh penyiar. Kali ini hal itu terganti dengan menonton berita pagi di tv, sekaligus sinetron pagi.

Ya, sinetron, tapi bukan sinetron yang banyak ditayangkan oleh berbagai tv swasta kita sekarang yang tidak mempunyai alur cerita tidak jelas, hedonisme, tidak bermutu dan tidak mendidik. Melainkan sebuah sinetron lawas yang terkenal pada era 90-an, “Si Doel Anak Sekolahan” yang tayang disebuah stasiun tv swasta tertua di Indonesia.

Kenapa harus menonton sinetron lawas itu, karena kalau melihat sinetron itu, saya selalu teringat dengan masa- kecil dulu di desa, masa-masa kuliah dan masa-masa pasca kelulusan dan mencari kerja.

Selain itu, “Si Doel” menjadi obat kerinduan saya terhadap keinginan melihat sebuah tayangan televisi yang merakyat, tidak dibuat-dibuat, sekaligus mendidik, tidak seperti yang disuguhi sekarang ini.

Melihat “Si Doel” juga membuat saya teringat bagaimana realita sosial kita sudah jauh dari budaya timur yang menjunjung kesopanan serta ada istiadat adi luhung, tergantikan dengan budaya barat dan hedonisme yang menjangkiti generasi muda bangsa ini.

“Si Doel” menggambarkan kehidupan masyarakat kelas bawah yang terpinggirkan karena pembangunan namun tetap berusaha untuk maju dengan usahanya sendiri.

Bagaimana si Doel mencari kerja tanpa lelah tanpa menggunakan jalur-jalur “khusus” seperti yang digunakan banyak anak-anak sekarang, Nyak yang tetap setia pada Babe yang telah meninggal, tidak seperti kebanyakan “wanita paruh baya” sekarang yang gemar akan daun muda.

Masih ada Sarah yang tidak menilai seseorang karena harta, tetapi lebih kepada ketulusan dan kesederhanaan kehidupan keluarga Sabeni yang apa adanya dan menjadi diri sendiri.

Tanpa kita sadari, kehidupan keluarga si Doel adalah sebuah cerminan hidup yang hampir musnah di masyarakat bangsa ini, nilai-nilai itu telah terlindas roda zaman yang tak peduli berputar.

Sifat sederhana telah digantikan dengan sikap hedonisme yang mengutamakan benda berkilau, dan ketulusan telah terganti dengan materialisme.

Tetapi entah mengapa, banyak di antara kita yang justru bangga akan sikap itu, dan tak lagi peduli dengan orang di dekatnya yang membutuhkan uluran tangan.

Realita kehidupan kita memperlihatkan jurang pemisah yang begitu besar antara si miskin dan si kaya, tanpa ada jembatan yang dapat menghubungkan dua sisi yang ibarat langit dan bumi.

Yah… itulah hidup, selalu penuh warna dan misteri yang tak terungkap oleh dangkalnya pemikiran manusia yang angkuh.

April 20, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Kampanye 9 Bulan : Parpol Mengandung Pemilu

Senin 14 Juli 2008 kemarin gong kampanye pemilu 2009 dimulai. Kampanye pemilu 2009 ini akan diikuti oleh banyak Partai politik yang berjumlah hingga 33 buah dan masa kampanye panjang hingga 9 bulan, sama dengan waktu seorang ibu yang sedang hamil.

Kesempatan pendaftaran parpol peserta pemilu 2009 yang berakibat membludaknya parpol perserta, juga dimanfaatkan oleh para parpol muka lama yang pada 2004 kemarin tidak lulus verifikasi dan gagal.

Banyaknya parpol perserta pemilu yang mencapai 33 buah, menggambarkan bahwa para elit politik begitu bernafsu dalam mengincar kursi kekuasaan di negeri ini. Namun di sisi lain banyaknya parpol juga menggambarkan betapa rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap parpol yang telah ada sekarang.

Rakyat sudah tidak percaya kepada parlemen yang penuh dengan nafsu dan intrik politik, rakyat juga sudah lelah dengan permainan pemerintah yang berpihak pada kalangan borjuis bukan pada mereka yang terlupa.

Selain itu, jangka waktu kampanye yang mencapai 9 bulan menggambarkan bagaimana parpol dan politikus kita begitu bernafsu untuk menarik perhatian masyarakat, guna mengumpulkan suara pada pemilu 2009 nanti.

Panjangnya jangka waktu kampanye merupakan hasil dari kesepakatan-kesapakatan politik parpol. Selama kampanye itu, parpol akan mencari kader-kader baru dan para politikus akan mengobral janji-janji kampanye mereka.

Dari segi keuangan, jangka waktu kampanye yang mencapai 9 bulan akan menyedot dana hingga mencapai trilyunan Rupiah, baik dari pemerintah maupun parpol peserta pemilu.

Alangkah baiknya jika jumlah uang yang sebegitu banyaknya digunakan dalam program-program konkrit yang bersentuhan langsung dengan rakyat yang kelaparan ini. Bukan dihambur hamburkan hanya untuk mengumbar omong kosong para politikus busuk.

Bangsa ini tidaklah bodoh, rakyat bangsa ini tidak lagi seperti kerbau yang dicucuk hidungnya oleh petani agar menuruti kemananpun sang petani menginginkannya layaknya masa orde baru.

Rakyat negeri ini sudah bosan akan janji-janji palsu dari para politikus busuk dan parpol yang ada di negeri ini. Masyarakat sudah bosan dengan omong kosong pemerintah yang berkuasa tanpa melihat rakyat yang lapar akan ketenangan.

Sudah sepantasnya, pemerintah berperilaku layaknya penguasa yang adil, selayaknya lah parpol dan politikikus memikirkan nasib rakyat yang kelaparan karena ulah mereka, mementingkan kepentingan politik segelintir orang, dengan mengorbangkan rakyat banyak.

Sepantasnyalah jika parpol, elit politik dan pemerintah mawas diri dengan lebih memperhatikan rakyatnya. Bukan hanya memperhatikan dan memperjuangkan kekuasaan mereka di 2009.

Kampanye bukanlah seorang ibu yang sedang mengandung anaknya selama 9 bulan. Karena di dalam dunia politik terlalu banyak permainan yang tidak menyenangkan dan merusak bangsa.

Seorang ibu yang mengandung hanya mengharapkan satu hal saja, yakni anaknya lahir dengan sehat sempurna, dengan harapan anaknya akan tumbuh besar menjadi pelita pembawa cahaya kebenaran.

Seorang ibu akan membesarkan anaknya denga tulus, tanpa mengharapkan jasanya akan dibalas oleh anaknya. Tidak seperti politik yang akan selalu ada “balas jasa”.

Pemilu adalah pesta rakyat Indonesia yang paling besar di negara ini. Jadi janganlah dikotori oleh tangan-tangan kotor politikus busuk yang hanya mementingkan kepentingan kelompoknya saja.

July 18, 2008 Posted by | Politik, Uncategorized | | 4 Comments

Industri Pertahanan Kita, Dimulai Hari Ini…!!!

Beberapa bulan lalu, tabloid tempatku bekerja kedatangan orang tua, mengenakan topi bergambarkan kapal perang destroyer Chetak dari Angkatan Laut India sambil membawa tabloid kita. Ia berkata pada receptionist kita, ingin ketemu sama tim redaksi, khususnya Pimpinan Redaksi.

Melihat orang tua tersebut sentak saja aku kaget, karena yang diperlihatkannya adalah halaman artikel tulisanku. Di dalam pikiranku yang ada adalah, apakah bapak ini keberatan atas tulisanku karena ia menilai tulisanku mengenai industri pertahanan India salah.

Seluruh keringat dingin membahasi kepala, hingga redaktur pelaksana (Redpel) sebagai atasanku menerima dia dan berbincang-bincang denganya. Tak lama kemudian aku dipanggil oleh Redpelku untuk bergabung bersamannya.

Di dalam ruangan tersebut, aku mendengarkan seluruh pembicaraan orang tua itu dengan Redpelku. Ternyata tidak seperti yang ku bayangkan sebelumnya, orang tua itu datang ke kantor bukan untuk complain atas tulisanku, melainkan untuk memuji kami karena telah menulis industri pertahanan India dengan baik.

Dia juga ingin bertanya, dari mana kami mendapatkan data selengkap itu, padahal dia saja mencari data yang seperti di dalam tulisanku harus berangkat ke India terlebih dahulu dan meminta langsung pada instansi terkait disana.

Selain itu, dia juga menyatakan keinginannya agar kami menulis tentang industri pertahanan dalam negeri , yang ia nilai terlalu jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya, macam India, Pakistan dan Cina.

Untuk itu, ia siap jika harus menyediakan informasi guna mendukung tulisan kami mengenai industri pertahanan Indonesia. Selain itu juga kami dan beliau membuat janji akan bertemu lagi beberapa hari kemudian.

Pertemuan itu berjalan cukup singkat. Seterlah orang tua itu pamit, Redpel dan temanku dibagian riset/litbang mengucapkan selamat pada ku, karena tulisanku sudah mulai diapresiasi oleh pembaca.

Beberapa hari kemudian orang tua itu kembali datang ke kantor, kali ini dengan membawa sejumlah data yang bisa dimuat dalam tulisan. Pada pertemuan kedua inilah aku diperkenalkan secara resmi padanya sebagai penulis artikel industri pertahanan.

Saat itu ia membawa data-data yang mencengangkan mengenai industri pertahanan Indonesia dan ia bercerita tentang sejarah keberadaan industri pertahanan Indonesia, hingga keterlibatan salah seorang mantan kepala negara negeri ini.

Semenjak itu ia selalu menghubungiku untuk menanyakan sejauh mana idenya ditulis. Pada saat itu aku belum bisa menjawabnya, karena dalam programku industri pertahanan Indonesia termasuk program jangka panjang. Karena hal tersebut, artikel mengenai industri pertahanan Indonesia belum sempat aku tulis.

Setelah beberapa waktu, akhirnya kuputuskan mulai menulis artikel mengenai pertahanan Indonesia, sekaligus menepati janjiku pada orang tua bernama Abdul Rahman itu setelah aku bilang padanya, bahwa aku akan menulis industri pertahanan Indonesia setelah aku menulis industri pertahanan negara-negara di ASEAN.

Kemarin malam ku undang beliau untuk datang ke kantorku siang ini dan ia dengan senang hati datang dan membawa setumpuk data lagi, terutama mengenai tragedi jatuhnya pesawat Casa 212 kemarin.

Ia juga banyak berbicara mengapa industri pertahanan Indonesia tidak maju-maju. Menurutnya hal itu terjadi karena pemerintah kita melakukan kesalahan dalam menerapkan kebijakan membangun teknologi. Kami banyak berdiskusi saat itu.

Saat diskusi, ia selalu berkata “ini harus segera dijalankan mas, karena saya kasihan kalau melihat prajurit kita menggunakan peralatan yang tidak terjamin keselamatannya”, selain itu juga ia sering berkata “Industri pertahanan kita harus segera dibangun seperti India, agar bisa maju”. Setelah ia cerita banyak dan memberikan banyak nara sumber yang dapat diwawancarai, akhirnya beliau pamit padaku.

Beranjak dari diskusi itu, niatku untuk menulis artikel mengenai industri pertahanan  Indonesia semakin menguat, karena aku sendiri termasuk segelintir orang yang memperhatikan pertahanan bangsa ini (walaupun bukan taraf seorang ahli).

Untuk memulai tulisan ini, aku mulai dengan diskusi dengan temenku yang baru saja lulus dari S2 pertahanan ITB dan meminta salah satu temanku yang berprofesi sebagai pengamata pertahanan untuk menjadi salah satu nara sumberku.

Saat ini, aku mulai menulis walau masih menyicil. Mudah-mudahan dengan adanya tulisan mengenai industri pertahanan Indonesia ini, membuat pemerintah dan seluruh kalangan elit kita sadar akan pentingnya sebuah industri pertahanan dalam negeri guna menunjang pertahanan dan mulai membangun infrastruktur industri pertahanan kita.

Oleh karena itu, Industri Pertahanan Kita, Dimulai Hari Ini…!!!

July 11, 2008 Posted by | Uncategorized | | Leave a comment

Mundur Untuk Menang

Kadang-kadang kita sebagai manusia selalu berharap agar hidup ini selalu berjalan dengan damai sentosa, sesuai dengan apa yang kita inginkan. Untuk itu, kita juga selalu berusaha dan terus berusaha demi mencapai apa yang disebut kebahagiaan.

Namun apa dikata, tidak semua usaha keras manusia di muka bumi ini akan selalu langsung berbuah manis. Beberapa harus merasakan getirnya cobaan yang datang bertubi-tubi tanpa henti, barulah kemudian ia dapat memetik buah kesabarannya.

Tidak semua langkah kaki ini akan membawa kita pada kemajuan. Melangkah maju adalah sebuah keharusan untuk mencapai kesuksesan, namun ketika kaki ini tidak bisa melangkah, diam ditempat bukanlah sebuah solusi.

Pepatah mengatakan, “hidup akan selalu berjalan tanpa menunggu siapapun di belakangnya”. Oleh karena itu, tidak seharusnya kita menyerah berjuang dan diam ditempat tanpa sebuah tindakan apapun. Itu bukanlah solusi.

Adakalanya kita harus menyadari kesalahan diri dengan menengok masa lalu dan memperbaikinya, walaupun untuk itu, kaki harus melangkah ke belakang dan memulai semuanya dari awal lagi.

Melangkah kebelakang tidak dimaknai sebagai tanda kita mengibarkan bendera putih, namun itu hanya sebagai langkah awal untuk berlari mengejar ketertingalan kita dari dunia ini yang selalu berjalan tanpa henti.

Oleh sebab itu, teruslah memandang ke depan walau kaki ini melangkah ke belakang. Berat memang, tapi jika itu yang dilakukan untuk mencapai impian, mengapa tidak kita lakukan, toh kita adalah manusia yang selalu berusaha mencapai kebahagiaan, hasilnya akan ditentukan oleh usaha kita sendiri dengan disertai izin Tuhan Yang Maha Esa.

Karena itu, mundur bukan berarti kalah dalam peperangan tetapi bersiap untuk berlari untuk memenagkan pertarungan hidup.

July 10, 2008 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Horeee….!!!

Setelah sekian lama berkutat dengan tulisan di tabloid, akhirnya gw bisa bikin blog…hyuuuh. Emang bukan blog pertama gw sih, tapi tetep aja gw seneng bukan maen.

Sedikit cerita, blog pertama gw dibikin waktu gw kuliah di salahsatu situsa blog, tapi nasib itu blog gw ga tau kemana, soalnya ga pernah gw cek, alhasil account gw raib entah kemana.

Blog gw yang kedua dibikin di Friendster, tapi ga tau kenapa itu blog pernah ngilang ga jelas alias ga nongol di profile gw, tapi itu blog sekarang aktif lagi, walaupun jarang yang baca n cuma jadi ajang curhat ga jelas. Alamat profile FS gw, ipam_bigz@yahoo.co.id (sekalian promosi, hehehe…).

Blog ketiga gw dibikin di situs pertemanan Multiply, nah klo yang ini rada jelas nasibnya. Soalnya makin kesini makin banyak yang baca dan ngasih comment. Apa karena tulisan gw disana selalu serius ya? Gara-gara tulisannya serisu mulu, gw jadi rada bete. Soalnya lumayan puyeng juga nulisnya, musti ngumpulin bahan dulu. Oiya alamat MPnya, ipambigz.multiply.com. DI add ya.

Nah sekarang ini blog gw yang keempat. Rencananya sih pengen buat catetan harian kegiatan gw sebagai wartawan yang stres akibat kerjaan. Mudah-mudahan diterima oleh pasar (alah kaya artis nelorin album aja, hahahaha…).

Untuk temen-temen bloger yang udah sangat-sangat senior di dunia ini, mohon bantuan dan kritikannya ya, Ciao baby, Muach…..

May 28, 2008 Posted by | Uncategorized | | Leave a comment