Catetan Seorang Wartawan Stres…!!!

Sekedar curhatan

Dan Industri Pertahanan Indonesia Mulai Diakui

Hmmm…sudah lama saya tidak menulis disini, bukan karena tidak ingin, tetapi lebih karena kesibukan pekerjaan dan kuliah yang super padat. Nah sekarang kita mulai lagi.

Beberapa bulan belakangan, adalah momen-momen menegangkan bagi saya dan Indonesia, khususnya industri pertahanan nasional yang sudah lama mati suri. Ya, setidaknya itu yang dirasakan oleh teman-teman yang lain.

Masih jelas teringat, beberapa minggu lau akhirnya Pemerintah menandatangani Memory of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Korea Selatan, untuk melakukan kerjasama dalam mengembangkan pesawat tempur Korea Selatan yang sudah lama terbengkalai, Korean Fighter X (KFX).

Proses penandatangan MoU dua negara ini dilakukan setelah Pemerintah Korea Selatan melakukan lobi cukup lama pada Pemerintah Indonesia, dan tentunya pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari anggota DPR yang mempertanyakan urgensi kerjasama ini, tapi toh akhirnya kerjasama itu disahkan.

Walau hanya mengakuisisi 20% pembiayaan pengembangan pesawat tempur ini, hal ini membuktikan bahwa negara-negara asing sebenarnya sudah memperhatikan kemampuan industri pertahanan Indonesia. Apalagi khusus untuk industri pesawat terbang, Indonesia sudah terkenal dengan N250 dan CN235nya yang banyak dipesan berbagai negara karena dianggap sebagai mini Hercules.

Ajakan untuk melakukan kerjasama pengembangan pesawat tempur juga dilayangkan oleh Pakistan. Negara seteru India ini langsung melayangkan proposal kerjasama pembuatan pesawat JF-17 yang sebenarnya adalah pesawat yang dikembangkan bersama dengan Cina, tidak lama setelah Pemerintah menyetujui melakukan pembiayaan program KFX Korea Selatan.

Sangatlah tepat jika kerjasama ini datang disaat Indonesia mulai mencanangkan untuk menjadi negara mandiri dalam hal pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) bagi TNI . Apalagi TNI AU saat ini sedang mengalami masalah dengan jumlah pesawat tempurnya.

Tinggal kini menunggu langkah pemerintah selanjutnya, apakah hanya akan melakukan pembiayaan program KFX saja dan mendapat jatah offset dari Korea Selatan untuk membuat KFX pesanan Indonesia, atau akan  mengembangkan pesawat itu sendiri kelak. Karena diperkirakan, KFX baru akan terbang perdana 2020-an, itu artinya pemerintah harus mulai menyiapkan infrastruktur penunjang.

Advertisements

September 17, 2010 - Posted by | Militer

1 Comment »

  1. apa untungnya untuk PT DI ?

    Comment by gue | December 12, 2011 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: