Catetan Seorang Wartawan Stres…!!!

Sekedar curhatan

Pemerintah Minta Hak Cipta KFX, Yang bener aja…!!!

RI seeks copyright deal in KFX jet program,

Ada yang salah dengan judul itu, RI meminta Hak Cipta atas pesawat tempur KFX…??? YANG BENAR SAJA…!!! itulah kalimat yang pertama kali terlintas di benak saya. Yeah right, Hak Cipta pada sebuah rancangan pesawat tempur super canggih yang masih berada di angan-angan.

Entah apa sebenarnya yang ada dalam pikiran Pemerintah Indonesia tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Selalu saja Pemerintah salah menyebut jenis bidang perlindungan hukum ini. Dulu karya seni minta dipatenkan, sekarang sebuah rancangan pesawat tempur beserta teknologi di dalamnya diminta Hak Ciptanya. Kacau, kata itu mungkin ungkapan paling tepat bagi pemerintah dalam hal menginterpretasikan HKI. Dari situ jelas sudah, kalau pemerintah dan ahli hukumnya tidak mengerti tentang HKI sama sekali.

Kembali ke kasus Hak Cipta KFX yang diminta Pemerintah Indonesia. Pada masalah ini, HKI yang harusnya dikejar oleh Pemerintah adalah Hak Desain Industri dan Paten teknologi yang ada dalam pesawat tempur KFX.Desain Industri berkaitan dengan gambar cetak biru KFX, sedangkan Paten berkaitan dengan teknologi yang terkandung dalam pesawat tempur nantinya.

Cetak biru, walau pun terlihat seperti gambar tetapi perlindungan yang diberikan kepadanya adalah menggunakan Desain Industri, karena dari gambar tersebut adalah gambar rancang bangun yang dapat dituangkan dalam bentuk dua dimensi, tiga dimensi dan menjadi bentuk empat dimensi yang diterapkan dalam industri dan dapat dibuat secara massal.

Untuk paten, jelas. perlindungan ini diberikan kepada penemuan-penemuan teknologi terbaru, atau teknologi yag aan digunakan nantinya di pesawat tempur KFX.

Lalu mengapa Pemerintah justru meminta Hak Cipta, bukan dua perlindungan di atas. Hal ini terjadi bisa saja karena Pemerintah beranggapan bahwa gambar cetak biru KFX adalah gambar yang dilindungi dengan menggunakan perlindungan Hak Cipta. Memang tidak sepenuhnya salah, karena Desain Industri di Indonesia berkaitan dengan Hak Cipta, tidak seperti di AS yang berkaitan dengan Paten, sehingga banyak yang mengira gambar desain industri itu dilindungi Hak Cipta.

Advertisements

September 17, 2010 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Dan Industri Pertahanan Indonesia Mulai Diakui

Hmmm…sudah lama saya tidak menulis disini, bukan karena tidak ingin, tetapi lebih karena kesibukan pekerjaan dan kuliah yang super padat. Nah sekarang kita mulai lagi.

Beberapa bulan belakangan, adalah momen-momen menegangkan bagi saya dan Indonesia, khususnya industri pertahanan nasional yang sudah lama mati suri. Ya, setidaknya itu yang dirasakan oleh teman-teman yang lain.

Masih jelas teringat, beberapa minggu lau akhirnya Pemerintah menandatangani Memory of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Korea Selatan, untuk melakukan kerjasama dalam mengembangkan pesawat tempur Korea Selatan yang sudah lama terbengkalai, Korean Fighter X (KFX).

Proses penandatangan MoU dua negara ini dilakukan setelah Pemerintah Korea Selatan melakukan lobi cukup lama pada Pemerintah Indonesia, dan tentunya pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari anggota DPR yang mempertanyakan urgensi kerjasama ini, tapi toh akhirnya kerjasama itu disahkan.

Walau hanya mengakuisisi 20% pembiayaan pengembangan pesawat tempur ini, hal ini membuktikan bahwa negara-negara asing sebenarnya sudah memperhatikan kemampuan industri pertahanan Indonesia. Apalagi khusus untuk industri pesawat terbang, Indonesia sudah terkenal dengan N250 dan CN235nya yang banyak dipesan berbagai negara karena dianggap sebagai mini Hercules.

Ajakan untuk melakukan kerjasama pengembangan pesawat tempur juga dilayangkan oleh Pakistan. Negara seteru India ini langsung melayangkan proposal kerjasama pembuatan pesawat JF-17 yang sebenarnya adalah pesawat yang dikembangkan bersama dengan Cina, tidak lama setelah Pemerintah menyetujui melakukan pembiayaan program KFX Korea Selatan.

Sangatlah tepat jika kerjasama ini datang disaat Indonesia mulai mencanangkan untuk menjadi negara mandiri dalam hal pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) bagi TNI . Apalagi TNI AU saat ini sedang mengalami masalah dengan jumlah pesawat tempurnya.

Tinggal kini menunggu langkah pemerintah selanjutnya, apakah hanya akan melakukan pembiayaan program KFX saja dan mendapat jatah offset dari Korea Selatan untuk membuat KFX pesanan Indonesia, atau akan  mengembangkan pesawat itu sendiri kelak. Karena diperkirakan, KFX baru akan terbang perdana 2020-an, itu artinya pemerintah harus mulai menyiapkan infrastruktur penunjang.

September 17, 2010 Posted by | Militer | 1 Comment