Catetan Seorang Wartawan Stres…!!!

Sekedar curhatan

Indo Defense & Aerospace 2008, Bukti Eksistensi Industri Pertahanan Nasional Pada Dunia

Mungkin sedikit terlambat jika saya baru membahas salah satu pameran bergengsi di tanah air tercinta saat ini, karena pameran Indo Defense & Aerospace 2008 sudah berakhir beberapa hari lalu. Namun, sisa-sisa wangi peninggalannya masih tercium sampai saat ini.

 

Pada awalnya saya sendiri tidak menyangka bahwa pameran persenjataan kelas dunia ini akan dilaksanakan lagi, karena terakhir kali ada pameran seperti ini pada 2006 lalu. Mengingat pengalaman Indonesia Aerospace 1996 tidak lagi diadakan pada 2006 (diganti dengan Indo Defense 2006).

 

Sedikit berbeda dengan pameran sebelumnya, pameran kali ini tidak hanya memamerkan produk persenjataan dalam negeri, tetapi digabung dengan Indonesia Aerospace, walaupun bagian ini tidak terlalu besar.

 

Pameran ini diikuti oleh berbagai kalangan dari dalam maupun luar negeri, baik perwakilan negara maupun swasta.

 

Peserta dari dalam negeri, terdiri dari semua BUMN strategis yang bergerak di bidang pertahanan, juga oleh lembaga pendukungnya seperti BPPT dan LAPAN, tidak lupa beberapa perusahaan swasta nasional dan universitas.

 

Sedangkan peserta dari luar negeri, setidaknya ada beberapa negara seperti negara-negara Eropa (Rusia, Jerman, Perancis, Polandia, dll), Asia (Korea Selatan dan India) serta negara-negara kelompok ASEAN (Malaysia, Brunei, Thailand dan Singapura).

 

Bahkan AS dan Inggris ikut serta dalam pameran itu, walaupun Inggris hanya di wakili oleh perusahaan distributor dan AS hanya mengirim beberapa perusahaan penyediaan persenjataan ringan.

 

Selama pameran tersebut, banyak produk militer dalam negeri yang sudah dapat digunakan ataupun yang masih prototype, mereka bersaing dengan berbagai produk militer dari luar negeri.

 

Sungguh membanggakan, kini industri pertahanan Indonesia sidah mula untuk memproduksi beberapa kendaraan militer berat, seperti beberapa negara yang sudah mapan teknologinya.

 

Di pameran tersebut, beberapa produk terbaru industri pertahanan nasional yang sudah tahap produksi seperti panser buatan PT. Pindad melakukan uji coba untuk kalangan umum, Dislitbang TNI AL dan TNI AD malah membawa hovercraft terbarunya, sayang hovercraft dan kendaraan lapis baja milik PT. DI tidak ikut, tentunya akan lebih menarik.

 

Hampir semua kendaraan militer buatan dalam negeri yang sudah memasuki tahap produksi, dipamerkan di luar hall pameran. Bahkan saya dan fotografer sempat merasakan guncangan panser beroda enam terbaru buatan Pindad.

 

Di dalam hall pameran yang memakai tenda berpendingin ruangan, masih banyak lagi peralatan militer dalam dan luar negeri yang dipamerkan, bahkan banyak peralatan militer dalam negeri yang masih bersifat uji coba sudah dipajang, dan banyak yang akan memasuki tahap uji coba dan produksi.

 

Kejutan tidak sampai disitu saja, selain BUMNIS dan pihak TNI, kalangan swasta nasional juga tidak ikut ketingalan untuk memamerkan produk terbarunya.

 

Ada perusahaan swasta nasional yang saat ini sedang merancang sebuah radar asli seratus persen buatan dalam negeri dan kini sedang diuji coba oleh TNI AL untuk pengamana wilayah perairan RI.

 

Tujuan mereka satu, agar pemerintah dan TNI serta kalangan lain tidak lagi harus membeli radar dari luar negeri yang mahal harganya.

 

Selain itu masih ada perusahaan swasta yang bermitra dengan TNI AL untuk mengembangkan hovercraft. Kerjasama mereka sudah memasuki tahapan uji coba dan persiapan untuk produksi.

 

PT. Pindad dan PT. DI juga tidak mau ketinggalan dalam memberikan kejutan. Stand kedua BUMNis ini paling banyak dikunjungi oleh pengunjung di bagian stand khusus BUMN strategis.

 

Perusahaan penghasil senapan ini memamerkan semua senjata buatannya, mulai dari pistol hingga panser terbarunya.

 

PT. DI lebih heboh lagi, setelah membuat gempar pada peringatan HUT PASKHAS AU dengan membawa kendaraan tempur terbarunya beberapa waktu lalu. Di acara ini PT. DI membawa poster kendaraan militer terbarunya, yakni hovercraft raksasa.

 

Tentu saja hal tersebut menarik perhatian khalayak umum, karena PT. DI bukanlah penghasil hovercraft yang bisa berjalan di atas air, melainkan pesawat terbang.

 

Saya tidak merasa aneh, karena jauh sebelumnya saya sudah mengetahui hal tersebut langsung dari pabriknya, bahkan saya ke acara Indo Defense memang untuk wawancara dengan perancangnya. Tapi bukan kepala perancangnya yang saya wawancarai, malah Dirutnya, Budi Santoso yang saya wawancarai, ini sih namanya rezeki.

 

Sebelum wawancara dengan Pak Budi Santoso, saya sempat ngobrol dengan beberapa orang delegasi asing di pameran tersebut, beberapa di antaranya adalah Mr. Pillai dari India, humas delegasi Brunei, Test Drivernya Renault dan beberapa staf Kedubes Polandia.

 

Tetapi entah kenapa, saya kok merasa sedikit risih ketika mendekati stand-stand Malaysia dan Singapura. Mungkin saya masih sebal dengan dua negara ini, karena perlakuan mereka terhadap Indonesia beberapa waktu lalu.

 

Rata-rata dari mereka berpendapat, industri pertahanan Indonesia sudah maju pesat dibandingkan dengan pameran sebelumnya. Mereka juga bangga bisa ikut dalam pameran itu serta berharap bisa ada kerjasama dengan Pemerintah Indonesia.

 

Mereka kagum dengan pencapaian Indonesia yang sudah mampu memproduksi banyak peralatan militer. Menurut mereka juga, produk-produk militer Indonesia memiliki kualitas setara dengan produk negara lain.

 

Mendengar itu, tentunya membuat bangga. Hanya saja sekali terlintas dipikiran saya, apakah pemerintah dan rakyat bangsa ini sadar dengan potensi bangsanya?

 

Ketika wawancara dengan Budi Santoso, beliau berpendapat pemerintah dan bangsa ini kurang mempercayai produk bangsa sendiri, padahal banyak negara lain yang mengakui kualitas produk militer Indonesia.

 

Memang sangat disayangkan, ketika dunia sedang merasakan krisis global dan harga-harga melambung tinggi, seharusnya bangsa ini lebih mempercayai produk dalam negeri yang harganya murah dan berkualitas baik, bukannya membeli dari luar yang banyak unsur politiknya.

 

Kapan ya Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri?

Advertisements

December 1, 2008 Posted by | Militer | | Leave a comment