Catetan Seorang Wartawan Stres…!!!

Sekedar curhatan

PT. Dirgantara Indonesia, Riwayatmu Kini

Tidak terasa PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) sudah berumur lebih dari tiga dasawarsa, tepatnya sudah berumur 32 tahun perusahaan pembuat pesawat dalam negeri ini berdiri di tanah Indonesia.

Perjalanan panjang telah ditempuh oleh satu-satunya perusahaan pembuat pesawat terbang di Indonesia dan di kawasan ASEAN ini.

Sebagai bagian dari industri pertahanan dalamnegeri, sejumlah prestasi telah dicetak oleh perusahaan yang berada di Bandung ini. Mulai dari sebagai perusahaan manufaktur perusahaan tercanggih yang berasal dari negara berkembang hingga pecipta pesawat turboprop pertama yang menggunakan sistem fly by wire, N250.

Namun berbagai prestasi kelas dunia yang mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah dunia internasional, khususnya di dunia kedirgantaraan internasional hilang begitu saja, setelah krisis ekonomi melanda bangsa ini.

PT. DI (IPTN kala itu) terkena imbas, hingga sebagai perusahaan pernah dinyatakan bangkrut dan pailit oleh pengadilan, namun kemudian keputusan itu dibatalkan oleh Mahkamah Agung.

Untuk menghidupi perusahaan yang sudah berada di ujung tanduk, manajemen serta karyawan yang tersisa melakukan segala upaya untuk menyelamatkan perusahaan yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia ini.

Mulai dari membuat kendaraan yang bisa digunakan di jalan sempit (gangcar), menjual pesawat dinasĀ  perusahaan yang biasa digunakan oleh B.J. Habibie, membuat antena parabola, hingga membuatĀ  cetakan panci untuk dipasarkan di dalam negeri.

Ketika saya kesana untuk wawancara dengan bagian Humas untuk keperluan artikel. Kawasan PT. DI begitu sepi, tidak seperti ketika masa jayanya pada tahun 1980-1990an. Menurut Humas PT. DI, sekarang ini PT. DI sudah mulai bangkit sedikit demi sedikit. Dengan tekad menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan kelas dunia.

Setelah berubah nama menjadi PT. Dirgantara Indonesia pada 2000 lalu. Dengan hanya bermodal investasi yang pernah ditanamkan pemerintah dahulu dan jumlah karyawan yang hanya tinggal 4.000 orang. Perusahaan mulai membenahi dirinya dan memperoleh keuntungan pertama kalinya, kurang lebih sebesar Rp. 11 miliar pada 2001.

Setelah delapan tahun berganti nama menjadi PT. DI, akhirnya perusahaan ini terus berkembang sedikit demi sedikit. Berbagai produk PT. DI, mulai dari pesawat terbang komersial hingga peralatan militer, mulai dipercaya oleh berbagai negara.

Produknya pun bertambah, tidak hanya pesawat. PT. DI sudah mampu membuat roket, torpedo, panser ringan, hingga hovercraft dan radar.Beberapa proyek juga kini tengah dijalani oleh PT. DI sebagai perusahaan pembuat pesawat terbang.

Memang, program N250 dan pengembangan N2130 belum bisa dilanjutkan, karena tidak tersedianya dana yang cukup untuk kedua progema pesawat nasional tersebut. Namun, PT. DI tidakberputus asa untuk mengembangkan sebuah pesawat nasional baru.

Belakangan ini, PT. DI tanpa diketahui banyak pihak sedang melakukan penelitian dan pengembangan sebuah pesawat baru, yakni pesawat N219.

N219 diprediksikan akan dibangun untuk keperluan penerbangan perintis dan menggantikan pesawat perintis yang telah berumur tua yang ada di Indonesia, khususnya Indonesia bagian timur yang mengandalkan penerbangan perintis sebagai transportasinya.

Pesawat turboprop masih dalam tahap preliminary design ini, rencananya akan dapat lepas landas dan mendarat di bandara yang hanya memiliki panjang landasan 800 meter. Itu artinya banyak landasan di kawasan Indonesia timur dapat dicapai.

Dengan adanya pesawat ini, dimasa mendatang diharpakan transportasi Indonesia timur dapat semakin lancar dan perekonomiannya pun berkembang pesat. Bisa dikatakan, proyek ini akan menjadi proyek PT. DI yang paling prestisius di masa kini.

Kita berharap, dengan adanya proyek N219, PT. DI akan memperoleh lembali masa-masa jayanya seperti dahulu ketika dipmpin B.J. Habibie. Tentunya harus dengan adanya dukungan dari pemerintah, yang telah berjanji akan mulai mengembangkan industri pertahanan dalam negeri, agar tidak bergantung pada produk militer dari luar negeri.

Advertisements

September 1, 2008 Posted by | Militer | | 8 Comments