Catetan Seorang Wartawan Stres…!!!

Sekedar curhatan

Industri Pertahanan Kita, Dimulai Hari Ini…!!!

Beberapa bulan lalu, tabloid tempatku bekerja kedatangan orang tua, mengenakan topi bergambarkan kapal perang destroyer Chetak dari Angkatan Laut India sambil membawa tabloid kita. Ia berkata pada receptionist kita, ingin ketemu sama tim redaksi, khususnya Pimpinan Redaksi.

Melihat orang tua tersebut sentak saja aku kaget, karena yang diperlihatkannya adalah halaman artikel tulisanku. Di dalam pikiranku yang ada adalah, apakah bapak ini keberatan atas tulisanku karena ia menilai tulisanku mengenai industri pertahanan India salah.

Seluruh keringat dingin membahasi kepala, hingga redaktur pelaksana (Redpel) sebagai atasanku menerima dia dan berbincang-bincang denganya. Tak lama kemudian aku dipanggil oleh Redpelku untuk bergabung bersamannya.

Di dalam ruangan tersebut, aku mendengarkan seluruh pembicaraan orang tua itu dengan Redpelku. Ternyata tidak seperti yang ku bayangkan sebelumnya, orang tua itu datang ke kantor bukan untuk complain atas tulisanku, melainkan untuk memuji kami karena telah menulis industri pertahanan India dengan baik.

Dia juga ingin bertanya, dari mana kami mendapatkan data selengkap itu, padahal dia saja mencari data yang seperti di dalam tulisanku harus berangkat ke India terlebih dahulu dan meminta langsung pada instansi terkait disana.

Selain itu, dia juga menyatakan keinginannya agar kami menulis tentang industri pertahanan dalam negeri , yang ia nilai terlalu jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya, macam India, Pakistan dan Cina.

Untuk itu, ia siap jika harus menyediakan informasi guna mendukung tulisan kami mengenai industri pertahanan Indonesia. Selain itu juga kami dan beliau membuat janji akan bertemu lagi beberapa hari kemudian.

Pertemuan itu berjalan cukup singkat. Seterlah orang tua itu pamit, Redpel dan temanku dibagian riset/litbang mengucapkan selamat pada ku, karena tulisanku sudah mulai diapresiasi oleh pembaca.

Beberapa hari kemudian orang tua itu kembali datang ke kantor, kali ini dengan membawa sejumlah data yang bisa dimuat dalam tulisan. Pada pertemuan kedua inilah aku diperkenalkan secara resmi padanya sebagai penulis artikel industri pertahanan.

Saat itu ia membawa data-data yang mencengangkan mengenai industri pertahanan Indonesia dan ia bercerita tentang sejarah keberadaan industri pertahanan Indonesia, hingga keterlibatan salah seorang mantan kepala negara negeri ini.

Semenjak itu ia selalu menghubungiku untuk menanyakan sejauh mana idenya ditulis. Pada saat itu aku belum bisa menjawabnya, karena dalam programku industri pertahanan Indonesia termasuk program jangka panjang. Karena hal tersebut, artikel mengenai industri pertahanan Indonesia belum sempat aku tulis.

Setelah beberapa waktu, akhirnya kuputuskan mulai menulis artikel mengenai pertahanan Indonesia, sekaligus menepati janjiku pada orang tua bernama Abdul Rahman itu setelah aku bilang padanya, bahwa aku akan menulis industri pertahanan Indonesia setelah aku menulis industri pertahanan negara-negara di ASEAN.

Kemarin malam ku undang beliau untuk datang ke kantorku siang ini dan ia dengan senang hati datang dan membawa setumpuk data lagi, terutama mengenai tragedi jatuhnya pesawat Casa 212 kemarin.

Ia juga banyak berbicara mengapa industri pertahanan Indonesia tidak maju-maju. Menurutnya hal itu terjadi karena pemerintah kita melakukan kesalahan dalam menerapkan kebijakan membangun teknologi. Kami banyak berdiskusi saat itu.

Saat diskusi, ia selalu berkata “ini harus segera dijalankan mas, karena saya kasihan kalau melihat prajurit kita menggunakan peralatan yang tidak terjamin keselamatannya”, selain itu juga ia sering berkata “Industri pertahanan kita harus segera dibangun seperti India, agar bisa maju”. Setelah ia cerita banyak dan memberikan banyak nara sumber yang dapat diwawancarai, akhirnya beliau pamit padaku.

Beranjak dari diskusi itu, niatku untuk menulis artikel mengenai industri pertahanan  Indonesia semakin menguat, karena aku sendiri termasuk segelintir orang yang memperhatikan pertahanan bangsa ini (walaupun bukan taraf seorang ahli).

Untuk memulai tulisan ini, aku mulai dengan diskusi dengan temenku yang baru saja lulus dari S2 pertahanan ITB dan meminta salah satu temanku yang berprofesi sebagai pengamata pertahanan untuk menjadi salah satu nara sumberku.

Saat ini, aku mulai menulis walau masih menyicil. Mudah-mudahan dengan adanya tulisan mengenai industri pertahanan Indonesia ini, membuat pemerintah dan seluruh kalangan elit kita sadar akan pentingnya sebuah industri pertahanan dalam negeri guna menunjang pertahanan dan mulai membangun infrastruktur industri pertahanan kita.

Oleh karena itu, Industri Pertahanan Kita, Dimulai Hari Ini…!!!

Advertisements

July 11, 2008 - Posted by | Uncategorized |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: